Mobile Chipper, Memanfaatkan Limbah Kayu untuk Pulp dan Kertas

12 Dec 2010

Seringkali limbah kayu berupa ranting dan dahan kayu yang berukuran tidak terlalu besar terbuang begitu saja selama proses penebangan di Hutan Tanaman Industri (HTI) atau pun di hutan produksi lainnya. Sisa-sisa kayu yang sebetulnya masih berguna tersebut seringkali dibuang tanpa dipergunakan lebih lanjut.

2008111130

Kondisi tersebut mengundang perhatian sekaligus keprihatinan dari Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Bandung yang seringkali menemukan banyaknya sisa-sisa pohon kayu yang tidak termanfaatkan dalam sebuah proses penebangan kayu. Karena itu, BBPK kemudian mencoba menciptakan alat atau mesin yang dapat menjembatani pemanfaatan sisa-sisa pohon kayu tersebut untuk dimanfaatkan menjadi barang yang berguna bagi kehidupan masyarakat.

Atas pertimbangan itulah, BBPK kemudian mencoba melakukan rancang bangun sebuah mesin penyerpih bergerak atau mobile chipper yang dapat digunakan untuk mencacah sisa-sisa pohon dengan ukuran diameter di bawah 10 cm. Mesin ini disebut bergerak atau mobile karena mesin tersebut dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.

Mesin penyerpih bergerak hasil rekayasa BBPK adalah alat untuk membuat serpih dari kayu atau pelepah kelapa sawit dan lain-lain yang akan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pulp dan kertas.

Mesin penyerpih ini dirancang secara khusus untuk kayu limbah atau ranting-ranting kayu berdiameter kurang dari 10 cm dan untuk pelepah daun kelapa sawit. Alat ini memiliki keunggulan dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mudah karena dilengkapi dengan roda. Karena itu, proses penyerpihan sisa-sisa kayu dapat dilakukan dilokasi berupa hutan, lahan pertanian atau perkebunan kelapa sawit. Serpihan-serpihan kayu yang dihasilkan dari mesin penyerpih bergerak ini dapat secara langsung dimanfaatkan oleh pabrik di industri pulp sebagai bahan baku dalam proses pengolahan bubur kayu.

Kemampuan penyerpihan dari alat penyerpih ini adalah 4,5 m3 per jam untuk kayu atau ranting pohon dengan diameter kurang dari 10 cm. Apabila diameter kayu di atas 10 cm maka terlebih dahulu perlu dilakukan pembelahan kayu. Khusus untuk menyerpih pelepah daun kelapa sawit pada kadar air 30%, kapasitas penyerpihan bisa mencapai 3,5 m3 per jam. Rendemen serpih yang dihasilkan dari alat penyerpih dengan ukuran standard berkisar antara 85% sampai 92%.

Mesin penyerpih bergerak hasil rekayasa BBPK ini memiliki dimensi panjang rangka dan penarik 2,5 meter, lebar rangka 80 cm dan tinggi rangka 35 cm. Mesin ini dilengkapi dengan tiga buah piringan pisau dengan diameter 45cm, panjang pisau 15 cm meter, lebar pisau 10 cm dan tebal pisau 15 milimeter dengan sudut kemiringan pisau 30 derajat dan diameter lubang umpan kayu berukuran 35 cm.

Mesin penyerpih ini juga dilengkapi dengan satu buah mesin diesel berkekuatan 14 PK yang dipasang di atas rangka besi yang dilengkapi dengan roda berukuran R-13 di bagian belakang dan roda berukuran R-8 di bagian depan.

Mesin penyerpih kayu ini tidak hanya dapat digunakan untuk menyerpih kayu dalam rangka menyiapkan bahan baku olahan untuk pabrik pulp, tetapi juga dapat digunakan untuk mencacah kayu atau ranting tanaman yang berasal dari tanaman pekarangan atau dinas kebersihan kota sebagai bahan baku untuk pembuatan kompos.

Balai Besar Pulp dan Kertas
Jl. Raya Dayeuhkolot 132, Bandung
Telp. (022) 5202980
Fax. (022) 5202871
e-mail: bbsindag@melsa.net.id

Sumber : Majalah KINA Edisi 4 2008


TAGS teknologi kayu


-

Author

Follow Me