Seputar Wirausaha

Tas Lokal Berpotensi Masuki Pasar Ekspor

8 Feb 2012 - 21:36 WIB

Tas lokal berpotensi memasuki pasar ekspor tampaknya bukanlah sesuatu yang mustahil, tapi suatu kenyataan yang bisa ditelusuri di sentra-sentra produksi industri kecil dan menengah di berbagai Propinsi.

Tas Lokal

Sebut saja misalnya Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata, ternyata dihuni sekitar 50 produsen tas dengan berbagai produk yang berpotensi untuk memasuki pasar ekspor.

Dari 50 produsen tas yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya, terdapat industri kecil Manggar Natural yang memproduksi 25 jenis tas, terutama berbahan baku rotan dan pandan. Usaha ini yang dikelola oleh Yovie, seorang ibu rumah tangga, didirikan pada akhir Oktober tahun 2008 setelah dia melihat peluang yang masih terbuka, terutama ditingkat menengah ke bawah.

Selain peluang pasar, dia mengaku kalau bisnis tas untuk keperluan wanita, didasari beberapa pertimbangan, pertama, tenaga terampil pembuat berbagai produk rotan banyak tersedia di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Kedua, proses produksi yang mudah dipelajari, dan ketiga, dimilikinya pengetahuan desain tas wanita. Lebih jauh Yovie mengatakan, ketika berkunjung kesebuah desa di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, medio Juli 2008, ia menyaksikan banyak tenaga terampil yang tidak bekerja lagi. Padahal, pada kunjungan sebelumnya, April 2008, tenaga terampil tadi masih aktif memproduksi berbagai jenis barang dari rotan, seperti kursi, alat-alat kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya. Di sisi lain, setelah mengunjungi beberapa produsen tas rotan, ia pun pada akhirnya mampu menguasai pengetahuan dibidang industri rotan. Tidak terlalu sulit untuk mempelajari teknis produksi tas rotan, ujarnya.

Melihat potensi tenaga terampil dalam jumlah cukup besar yang sudah tidak bekerja lagi, ditambah pengetahuannya dibidang produksi dan desain, dengan memanfaatkan mereka sebagai pekerja.

Pada awalnya, produksi tas Manggar Natural masih terbatas pada pemenuhan pelanggan rental mobil yang didirikan Yovie pada tahun 1999. Para pelanggan rental inilah yang hingga saat ini masih membeli tas rotan sebagai oleh-oleh dari Yogyakarta. Selain itu, untuk keperluan masyarakat lainnya, dia juga menitipkan hasil produksinya ke sesama teman pengusaha, baik di Yogyakarta maupun Bali. Setelah kurang lebih tiga bulan produksi, ia pun mulai mencoba cara baru untuk memasarkan tas karya Manggar Naturalyakni promosi via internet. Dikatakan cara baru, sebab pada waktu itu, pemasaran lewat internet belum begitu dikenal oleh para produsen sejenis di Yogayakarta.

Tampaknya, promosi melalui internet membawa berkah tersendiri bagi Manggar Natural. Sebab, lewat media inilah produk tas Manggar Natural secara bertahap mulai dikenal masyarakat luas. Tidak saja di Jakarta juga sampai ke Malaysia. Pengusaha asal Malaysia ini pernah berkomunikasi dengan Manggar Natural untuk pembelian barang contoh sebanyak 20 buah.

Tas

Berbagai cara rupanya terus ditempuh Yovie bersama staf, guna mempeluas pemasaran. Melengkapi berbagai upaya yang dilakoninya tadi, ternyata ia juga aktif mengikuti berbagai pameran yang digelar oleh berbagai event organizer maupun instansi pemerintah di Jakarta. Sebut saja misalnya, pameran produk kerajinan Inacraft, Plasa Perindustrian dan Plasa Promosi Kementerian Koperasi dan UKM (Smesco). Kami di Jakarta diberi kesempatan untuk berpromosi secara tetap oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung SMESCO, jalan Gatot Subroto ujar Jovie penuh rasa gembira.

Berkat berbagai upaya yang terus dilakukannya, produk Manggar Natural kini semakin banyak diminati masyarakat. Karenanya, tidaklah mengherankan bila nilai penjualan tas Manggar Natural dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Menurut keterangan pimpinan usaha ini, pada tahun 2010 lalu omzet penjualan tas mencapai Rp 250 juta. Sedangkan pada tahun 2011 ini diperkirakan bisa mencapai Rp 375 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 125 juta bila dibandingkan tahun 2010. Bagi kami yang hanya pengusaha kecil, kenaikan omzet sebesar itu dalam setahun tentunya sangat menggembirakan, sehingga bisa memacu semangat untuk bekerja lebih keras lagi pada tahun-tahun mendatang kata Yovie.

Berbicara mengenai kemungkinan memasuki pasar ekspor, ia tampak begitu antusias. Namun di sisi lain dia mengakui pula bahwa, rencana pemasaran ke luar negeri baru mulai dirintisnya secara serius pada tahun 2011 ini. Pasalnya, sejak berdirinya pada Oktober 2008, konsentrasi pemasaran produk Manggar Natural masih tertuju ke pasar lokal guna mengisi kebutuhan masyarakat menengah-bawah.

Upaya memasuki pasar ekspor salah satunya ditempuh melalui keikutsertaan Manggar Natural pada pameran Hongkong Fashion Week, yang berlangsung di Hongkong, medio Juli 2011 yang lalu. Pada event internasional yang baru pertama kali diikutinya, Yovie memperoleh dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Pada ajang pameran Hongkong Fashion Week, Yovie mendapat pembeli dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, USA, dan Italia.Mereka pada umumnya membeli tas Manggar Natural masih dalam tahap perkenalan, sehingga tidak terjadi penjualan secara besar-besaran.

Meski tidak terjadi penjualan dalam jumlah besar, namun respon mereka, pembeli asing, cukup bagus. Selain itu, berbagai masukan yang disampaikan pembeli asing merupakan hal positif untuk pengembangan pasar ke depan, terutama ekspor, ujar Yovie. Ia mengungkapkan pula bahwa, pembeli asing pada Hongkong Fashion Week lebih menyukai produk dengan desain minimalis. Dengan desain seperti itu, tampilan tas akan menonjolkan kenaturalannya.

Terkait dengan rencananya untuk memasuki pasar ekpor, ia berharap kepada pemerintah kiranya dapat terus membantu promosi dan memberikan pembinaan kepada industri kecil tentang kiat-kiat memasuki pasar ekspor.

MANGGAR NATURAL

Jl. Masjid No. 3 Pakualaman Yogyakarta

Telp: (0274) 585861; 9259762

Fax: (0274) 512804

Sumber Majalah KINA 2011


TAGS   ekspor / tas /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive