Batik Allussan, Dari Desa ke Lobi Hotel Menggunakan Pewarna Alam

5 Sep 2012

Mengingat pentingnya upaya pelestarian lingkungan, kini banyak industri, baik yang berkala besar maupun skala industri kecil dan menengah (IKM) yang berusaha untuk mengubah kegiatan produksinya dengan menggunakan bahanbahan yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan limbah berbahaya.

Batik Allussan

Batik Allussan

Namun bagi Sri Lestari, pemilik industri batik Allussan, upaya pelestarian lingkungan sudah diterapkannya sejak dia mulai membuka industri batiknya di tahun 2005. Hal itu dilakukannya dengan hanya menggunakan pewarna alam dalam kegiatan pewarnaan dan pembuatan motif batiknya.

Dalam hal pewarnaan, kami masih melakukannya secara primitif,” ujar Sri Lestari. Dari rumahnya yang berlokasi di Jodag RT.02 RW.11 Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Sri dengan dibantu oleh penduduk sekitarnya menjalani kegiatan produksi dengan bahan-bahan dari alam.Menurutnya, sebagian besar produk batik Allussan dibuat dengan menggunakan bahan-bahan dari alam dalam proses pewarnaannya.

Penggunaan pewarna alam dilakukan karena Sri tidak ingin mencemari lingkungan tempat usahanya dengan limbah beracun dan berbahaya. Selain itu, di daerah tempat tinggalnya juga banyak terdapat tanaman atau bahan yang bisa digunakan untuk mewarnai dan membuat motif batiknya.

batik-allussan

Secara umum, pewarna alam yang banyak digunakan Sri dalam pembuatan batik Allussan adalah kunyit dan sekam. Proses penggunaannya pun cukup sederhana. Misalnya, untuk proses pewarnaan dengan menggunakan pewarna alam berupa sekam, langkah pertama yang dilakukan Sri adalah menyediakan abu sekam sebanyak 2 karung ukuran 40 kg.Abu sekam tersebut kemudian diayak dan hasil ayakan itu dimasukkan ke dalam ember berisi air sebanyak 20 liter.

Kain yang ingin diwarnai lalu dimasukkan ke dalam ember berisi campuran abu sekam dan air itu. Celupkan dan angkat kain itu dari ember. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga warna kain berubah mengikuti warna campuran air di ember. Setelah itu, rendam kain tersebut di dalam ember yang masih berisi campuran air dan sekam selama tiga hari.

batik-allussan-dari-desa-ke-lobi-hotel-menggunakan-pewarna-alam

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah melakukan fiksasi terhadap kain yang telah direndam dalam air sekam tersebut. Untuk fiksasinya, saya menggunakan tawas, ujar Sri.Hasil dari proses pewarnaan dengan menggunakan pewarna alam sekam, ungkap Sri cukup baik. Warna kain terlihat eksotis dan tidak mengalami perubahan walaupun sudah dites melalui pencucian berkali-kali.Penggunaan bahan dari alam juga dilakukan dalam pembuatan motif batik.Untuk membuat motif batik, Sri menggunakan bahan baku dari alam seperti gondorukem.

Jika limbah industri yang berasal dari bahan kimia hanya menghasilkan bahan berbahaya dan beracun yang ditakuti masyarakat, limbah dari proses pewarnaan dengan menggunakan bahan dari alam dalam proses pembuatan batik Allussan justru disenangi penduduk. Alasannya, limbah dari proses pewarnaan dengan menggunakan sekam dapat digunakan sebagai kompos dalam kegiatan budidaya pertanian penduduk setempat.Selain penggunaan pewarna alam, batik Allussan juga memiliki kelebihan tersendiri dengan pembuatan motif yang tidak terpaku pada pakem yang sudah ada selama ini.

batik-allussan-menggunakan-pewarna-alam

Motif yang digunakan dalam pembuatan batik Allussan sebagian besar diinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat. Misalnya ada motif batik tentang wanita segar, yang dinamai motif wanigar.Hingga saat ini, sudah ada 700 motif yang dihasilkan industri batik itu.Kami juga bisa membuat motif dengan membaca pikiran calon pembeli sehingga motif yang dihasilkan sesuai dengan keinginan mereka, papar Sri.Penggunaan pewarna alam serta keindahan motif yang dihasilkan, telah membuat industri batik Allussan begitu cepat dikenal masyarakat. Pembeli pun jelas berdatangan.

Dalam kurun waktu 6 tahun, sejak berdiri secara resmi Maret 2005 dari sebuah desa di Sleman, batik Allussan kini sudah membuka outlet di hotel-hotel daerah Yogyakarta danJakarta yaitu hotel Santika Yogyakarta, hotel Melia Purosani Yogyakarta, hotel Inna Garuda, hotel Santika Slipi Jakarta.

batik-allussan-dari-desa-ke-lobi-hotel

Jenis-jenis batik yang dibuat oleh batik Allussan juga sudah beragam, yaitu batik bahan katun, sutra, pakaian jadi, dan kerajinan.Walaupun sudah masuk dalam batik kelas hotel, namun Sri tetap memberikan kesempatan untuk masyarakat umum untuk memiliki produk batik Allussan. Hal itu tercermin dari harga jual produk batik yang dipatok Sri dari harga terendah sebesar Rp 50.000 hingga harga tertinggi sebesar Rp6,5juta untuk sehelai kain batik dengan panjang 2,5 meter.Menurut Sri, khusus untuk kain batik Allussan dengan harga Rp 6,5 juta, dalam satu bulan bisa jual empat buah dan sebagian besaradalah pembeli asing dari berbagai negara.

Batik ALLUSSAN

Jodag RT.02 RW.11 Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta

Telp: 08157941508

Sumber : Majalah KINA


TAGS Batik Allussan


-

Author

Follow Me